Meluruskan Mitos yang Beredar Seputar Menstruasi Bersama Missy

Izi Health | 01 Sep 2021

Menstruasi menjadi salah satu hal penting untuk diperhatikan dalam kehidupan perempuan. Sayang, masih terlalu banyak mitos yang beredar seputar menstruasi. Sebagai bentuk kontribusi untuk pemerataan informasi yang akurat, IziHealth melaksanakan IG Live bersama Missy, dan dr. Edza untuk mengulik seputar fakta dan hoax tentang menstruasi. Apa saja mitos yang dipatahkan dalam IG Live tersebut? Baca selengkapnya ...

 

Mengenal menstruasi

Menstruasi adalah proses keluarnya darah dari alat kelamin perempuan yang terjadi akibat siklus bulanan alami yang terjadi pada tubuh. Siklus ini merupakan proses organ reproduksi perempuan untuk bersiap jika terjadi kehamilan. Umumnya, menstruasi terjadi pertama kali pada perempuan berumur 10-14 tahun, namun, dalam beberapa kondisi, haid pertama juga bisa terjadi pada perempuan berumur 9 tahun.

Informasi seputar menstruasi di Indonesia

Sayangnya, menstruasi kadang menjadi batasan seorang perempuan melakukan sesuatu, seperti larangan mengonsumsi makanan tertentu, larangan melakukan olahraga tertentu, bahkan larangan untuk mencuci bagian tubuh tertentu.

Lucunya lagi, menstruasi juga kerap dikaitkan dengan hal-hal berbau mistis serta informasi-informasi lain yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Katakan saja informasi yang beredar menyebutkan bahwa pembalut berpewangi membuat darah menstruasi tidak berbau.

Pihak medis mematahkan informasi ini dan menyebutkan bahwa pada dasarnya, aroma darah menstruasi sangat khas karena mengandung sel-sel yang semula "hidup”. Kabar baiknya adalah, meski aroma darah menstruasi tidak berkurang walaupun telah menggunakan pembalut berpewangi, aroma darah menstruasi tidak akan tercium oleh orang lain.

Pembalut berpewangi yang memiliki kandungan kimia di dalamnya tentu sangat berbahaya karena langsung bersentuhan dengan organ intim wanita, oleh karena itu, seluruh wanita yang telah mengalami menstruasi disarankan untuk membeli pembalut, termasuk pembalut beraroma,  namun dengan bahan-bahan dasar alami. 

Bila seorang perempuan yang mengalami menstruasi merasa tidak nyaman dengan aroma yang dikeluarkan oleh darah menstruasinya, dapat disiasati dengan rutin mengganti pembalut yang digunakan.

IziHealth bicara hoax dan faktar seputar menstruasi bersama Missy

Selain hoaks di atas, masih ada banyak hoaks lain seputar menstruasi yang perlu untuk diluruskan. Sebagai bentuk kontribusi untuk pemerataan informasi yang akurat, IziHealth melaksanakan IG Live bersama Missy, dan dr. Edza untuk mengulik seputar fakta dan hoax tentang menstruasi.

Rasa sakit saat menstruasi terjadi karena ada kontraksi dari rahim. Sel telur yang tidak dibuahi akan luruh maka terjadilah menstruasi. Pada beberapa perempuan, proses luruhnya sel telur yang tak dibuahi tersebut mengakibatkan adanya kontraksi dari dinding-dinding rahim sehingga terasa sakit atau nyeri.

Rasa nyeri atau sakit ini adalah hal yang normal selama sakit yang timbul akibat menstruasi tidak berlebihan atau sampai membuat pingsan.

Menstruasi pada seorang wanita disebut tidak normal ketika wanita tersebut mengalami 3 bulan berturut-turut tidak haid. Bila hal ini terjadi, disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya.

3 bulan berturut-turut tidak mensturasi pada seorang wanita bisa saja disebabkan oleh masalah hormonal, bisa pula disebabkan infeksi atau wanita tersebut sedang ada dalam kondisi hamil.

Siklus menstruasi pada seorang wanita yang tidak teratur, masih disebut sebagai hal yang wajar dan belum dapat dikategorikan sebagai mentruasi tidak normal. Namun bila hal tersebut terjadi, pastikan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan.

Menurut dr. Edza, siklus menstruasi yang tidak teratur pada seorang wanita, umumnya disebabkan oleh kelebihan berat badan atau obesitas. Pasien obesitas yang mengalami menstruasi tidak teratur kemudian akan diperiksa dengan ultrasonografi atau USG untuk memastikan organ-organ bagian dalam wanita seperti ovarium, uterus, rahim dan lain-lain ada dalam keadaan normal. Hingga masuk dalam pelaksanaan terapi pertama pada pasien dengan menstruasi tidak teratur yakni menghitung BMI pasien tersebut.

Pasien yang mengalami obesitas umumnya akan disarankan untuk mengubah gaya hidup dan menerapkan pola hidup sehat seperti berolahraga, dan mengatur kembali pola makan.

Dr. Edza; mematahkan mitos lain seputar menstruasi

Bicara tentang gaya hidup, menstruasi juga kerap dikaitkan dengan larangan akan makanan tertentu seperti larangan untuk mengonsumsi air kelapa karena “katanya” akan menghambat keluarnya darah kotor dari dalam tubuh. Di sisi berbeda, ada pula anjuran untuk mengonsumsi soda saat menstruasi karena dianggap dapat melancarkan siklus haid.

Dr. Edza selaku dokter kandungan, dalam Waktu IziHealth Bercerita mematahkan mitos tersebut. Faktanya, kandungan gula yang terdapat pada soda sebaliknya justru berpotensi meningkatkan berat badan seseorang bila dikonsumsi secara berlebihan. Sebaliknya, air kelapa yang dilarang untuk dikonsumsi saat menstruasi justru bagus bagi tubuh sehingga tidak masalah bila ingin dikonsumsi meski saat menstruasi.

Hal yang sama berlaku pula pada makanan yang ingin dikonsumsi saat menstruasi, masih menurut dr. Edza, semua makanan bisa saja dikonsumsi, hanya saja sebaiknya hindari makanan yang mengandung garam yang tinggi dan minuman yang mengandung kafein seperti teh dan kopi karena kafein berpotensi menyebabkan perut kembung dan tidak nyaman.

Menstruasi dan kaitannya dengan kanker Serviks

Selain berbagai pantangan tentang makanan, menstruasi juga kerap dikaitkan dengan kanker serviks.

Kanker yang banyak menjadi penyebab kematian pada kaum wanita ini hadir lewat sebuah virus yang disebut Human papilloma Virus (HPV). Setidaknya ada dua sisi menarik tentang kanker serviks dan keterlibatannya dalam menstruasi.

Dari sisi kedokteran, dr. Edza menyebutkan bahwa tidak ada keterkaitan antara menstruasi dan kanker serviks. Namun di sisi berbeda, Naomi, selaku Brand Representatif Missy menyebutkan bahwa mentruasi yang tidak diperhatikan berpotensi menghadirkan kanker serviks.

Katakan saja kondisi lembab pada Miss V ketika menstruasi, atau pembalut yang tak diganti seharian memiliki potensi untuk mengundang virus saat menstruasi.

Kebersihan Miss V saat menstruasi tentu membutuhkan perhatian yang lebih. Mulai dari memilih pembalut yang tepat, memberi perhatian terhadap kandungan pembalut, hingga mengganti pembalut 4-5 kali sehari perlu dilakukan ketika sedang banyak-banyaknya.

Missy dan keunggulannya untuk kebutuhan wanita Indonesia saat menstruasi

Untuk menjawab berbagai permasalahan seputar menstruasi dan pembalut yang tepat bagi wanita Indonesia, Missy hadir menawarkan solusi bagi permasalah tersebut. Setidaknya berikut adalah beberapa keunggulan pembalut Missy yang dapat kamu pertimbangkan untuk

  • Missy dengan kandungan herbalnya yang alami memberikan sensasi dingin sekaligus dapat meredakan rasa sakit pada setiap wanita Indonesia saat mengalami menstruasi terlebih di hari pertama dan kedua yang identik dengan rasa sakit berlebih
  • Memiliki berbagai variasi ukuran
  • Kemasannya yang ringan, menggemaskan, colorful, serta menarik, menjadi salah satu alasan lain pembalut Missy semakin dicintai wanita Indonesia
  • Selain kemasannya yang menarik, pembalut Missy juga terjamin higienitasnya karena kemasannya direkat dengan sangat kuat, di samping itu, kemasan pembalut ini juga terbuat dari aluminium foil antibacterial seal sehingga kebersihannya lebih terjaga.
  • Meski tipis, Missy juga memiliki daya serap yang cukup tinggi yakni mencapai 150 cc. Padahal, normalnya darah menstruasi wanita mencapai 80 cc. Keunggulan ini berfungsi mencegah adanya kelembapan di area Miss V. Kondisi kering yang terjaga di area Miss V bisa mengurangi munculnya berbagai virus di area tersebut.
  • Missy juga dapat digunakan oleh ibu hamil di atas 4 bulan

Tonton mitos dan fakta lain seputar menstruasi di sini


BERI KOMENTAR