Mengenal Penyakit Jantung dan Penanganan Pertama Pada Pasien Serangan Jantung

Izi Health | 28 Sep 2021

Penting untuk mengenal orang-orang yang memiliki risiko tinggi terkena serangan jantung, ciri-ciri penyakit jantung dan upaya pertolongan pertama pada penderita serangan jantung ...

Saat ini, Indonesia tengah menghadapi setidaknya dua perhelatan akbar Olahraga. Yang pertama adalah Pekan Olahraga Nasional yang akan berlangsung di Papua pada tanggal 2 hingga tanggal 15 Oktober 2021 mendatang. Sedang  olahraga lainnya hanya berfokus pada bulutangkis. Perhelatan ini dikenal juga dengan sebutan Piala Sudirman yang saat ini dilaksanakan di Energia Areena di Vantaa, Finlandia.

Ada yang menarik sebelum keberangkatan atlet bulu tangkis untuk menghadapi tournament ini, yakni pembekalan penanganan korban serangan jantung dari PBSI. Bermula dari meninggalnya salah satu legenda bulu tangkis Indonesia, Markis Kido, pada Juni 2021 lalu karena diduga terkena serangan jantung di lapangan. Saat itu, meski sempat dilarikan ke Rumah Sakit, nyawa Kido tak lagi tertolong.

Contoh lain kasus serangan jantung pada atlet adalah Christian Eriksen pada Euro 2020 yang lalu ketika Timnas Denmark berhadapan dengan Finlandia di laga perdana group B.

Jumlah kematian akibat serangan jantung ketika berolahraga memang cukup tinggi, namun, tak dapat dipungkiri bahwa penyakit ini bisa datang datang pada siapa saja, dari muda hingga orang tua.

Untuk itu, penting untuk mengenal siapa saja orang berpotensi terkena serangan jantung, bagaimana ciri-ciri serangan jantung pada seseorang, dan langkah apa yang dapat dilakukan sebagai penanganan?

Baca juga: Peringatan Hari Jantung Sedunia dan Pentingnya Perawatan Jantung Sejak Dini

Orang-orang yang berisiko tinggi terkena penyakit jantung

Penyakit jantung, hingga kini masih menjadi ancaman di Indonesia bahkan dunia. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, angka kejadian penyakit jantung semakin meningkat dari tahun ke tahun dengan prevalensi penyakit jantung di Indonesia sebesar 1,5%. Itu artinya, 15 dari 1.000 orang Indonesia menderita penyakit jantung.

Menurut Mayo Clinic, riwayat keluarga, usia, hipertensi, diabetes, merokok dan stress dapat menyebabkan tingginya risiko penyakit jantung.

Merokok sendiri meningkatkan risiko penyakit berbahaya ini hingga 40% karena senyawa kimia yang terdapat di dalamnya rokok tersebut. Risiko ini akan semakin meningkat hingga 4-9 kali lipat bila orang tersebut menghabiskan minimal sebungkus rokok dalam sehari/

Mengenal ciri-ciri penyakit jantung

Tanda seseorang terkena penyakit jantung dianggap sering membingungkan karena cirinya yang lebih menyerupai masuk angin, gangguan pencernaan atau masalah pernafasan. Akibatnya, pengidap kerap tidak menyadari bahkan mengabaikan.

Meski demikian, berikut adalah beberapa ciri yang perlu diwaspadai dari serangan jantung.

  1. Rasa tidak nyaman di dada. Ini perlu diwaspadai, karena dilansir dari WebMD, tida semua penderita penyakit jantung mengalami sakit dada hebat sampai pingsan. Rasa tidak nyaman ini bisa ditandai dengan rasa sesak, dada seperti ditekan, dicubit, terhimpit atau terasa panas serta berlangsung hingga beberapa menit.
  2. Nyeri hingga ke lengan. Nyeri ini diakibatkan oleh perasaan tidak nyaman di dada yang menjalar hingga ke lengan
  3. Sakit menjalar ke bagian rahang atau punggung,
  4. Detak jantung tidak teratur atau cepat,
  5. Sakit perut atau gangguan pencernaan,
  6. Pusing dan pening,
  7. Gampang lelah,
  8. Mendengkur,
  9. Sering sekali penderita juga mengalami keringat dingin,
  10. Batuk,
  11. Kaki bengkak,
  12. Tersedak,
  13. Tidak enak badan.

Pertolongan pertama pada orang yang terkena serangan jantung

Serangan jantung bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Untuk itu, penting mengetahui ciri-ciri dan upaya pertolongan pertama pada orang yang terkena serangan jantung agar dapat menyelamatkan diri sendiri atau penderita lain bila bertepatan di lokasi kejadian.

Untuk itu, berikut adalah beberapa upaya pertolongan pertama pada orang yang terkena serangan jantung:

  1. Kenali ciri-ciri dan jangan mengabaikan gejala. Segera hubungi Rumah Sakit terdekat untuk mendapatkan bantuan medis. Jika ada, mintalah bantuan orang terdekat untuk segera mengantar penderia ke rumah sakit
  2. Upayakan penderita agar tetap tenang dan nyaman, bantu pula untuk duduk dan beristirahat
  3. Kendurkan pakaian ketat yang membuat penderita merasa sesak 
  4. Tanyakan apakah penderita mengonsumsi obat jantung untuk mengatasi nyeri dada, bila ya, bantu penderita untuk segera meminumnya
  5. Bawa segera penderita ke Rumah Sakit bila rasa sakit tak kunjung reda selang tiga menit usai mengonsumsi obat
  6. Hubungi rumah sakit terdekat dan berikan bantuan CPR (teknik kompresi dada dan pemberian napas buatan) yang benar bila penderita tidak sadarkan diri
  7. Mintalah instruksi dari petugas operator medis bila kamu tidak memahami dan belum bisa memberikan bantuan CPR
  8. Hindari meninggalkan penderita sendirian
  9. Jangan memberikan obat yang bukan diresepkan dokter untu penderita

Memahami upaya-upaya pertolongan pertama pada penderita penyakit jantung tentu sangat penting. Karena, semakin cepat penderita serangan jantung mendapatkan pertolongan medis di instalasi gawat darurat, maka peluang penderita untuk selamatpun semakin besar.


BERI KOMENTAR