Mengenal ACL, Cedera yang Dialami Pebulutangkis Tunggal Putri Indonesia, Nandini Arumni

Izi Health | 11 Oct 2021

Pada game ketiga Uber Cup 2021 antara Nandini Putri Arumni, tunggal putri bulutangkis Indonesia melawan Yaelle Hoyaux perwakilan dari Perancis, laga harus terhenti akibat cedera ACL yang dialami Nandini. Apa itu cedera ACL?...

Tak lama setelah pertandingan dihentikan, Nandini dinyatakan mengalami cedera ACL usai dicek di Rumah sakit. Informasi ini disampaikan oleh @jacobqvirin lewat akun Twitternya dan dibagikan setelah dikonfirmasi oleh Badminton Indonesia.

Sempat kalah di game pertama, Nandini Putri Arumni, pebulutangkis tunggal putri perwakilan dari Indonesia yang berlaga di Uber Cup 2021 yang digelar di Aarhus, Denmark, harus kembali menghadapi Yaelle Hoyaux, perwakilan dari Prancis untuk menentukan pemenang pertandingan lewat game ketiga.

Sayang, di game ketiga, pertandingan harus usai dengan poin 12-21 21-16 dan 17-20. Pertandingan terhenti akibat Nandini mengalami cedera ACL. 

Mengenal ACL

Anterior Cruciate Ligament (ACL) atau disebut juga ligamen lutut anterior adalah jaringan yang menghubungkan tulang paha dengan tulang kering di lutut untuk menjaga kestabilan lutut.

Cedera ACL dapat terjadi ketika seseorang melakukan gerakan olahraga yang menimbulkan tekanan pada lutut namun berpotensi menimbulkan ACL bergerak, contohnya bergerak cepat lalu berhenti dengan cara tiba-tiba.

Umumnya cedera ini banyak terjadi pada atlet olahraga tertentu seperti basket, sepak bola, bulutangkis, ski dan tenis diikuti dengan gejala pembengkakan lutut, ketidakstabilan serta nyeri. Di Indonesia sendiri ada setidaknya 7 kasus cedera ACL yang menimpa pemain muda timnas Indonesia dalam lima tahun terakhir,  Padahal, cedera ACL merupakan mimpi buruk bila sampai terjadi pada seorang atlet karena berpotensi mengancam perkembangan karir atlet tersebut.

Namun, jangan abai! ACL tak hanya terjadi pada atlet, mereka yang kerap melakukan olahraga tersebut juga berpotensi mengalami cedera yang sama bila tak hati-hati selama berolahraga.

Rentan terjadi pada wanita

Bila dibandingkan dengan laki-laki, cedera ACL lebih rentan terjadi pada wanita karena beberapa hal:

  • Gesekan pada ACL lebih mudah terjadi karena permukaan tulang paha yang lebih sempit
  • Sudut yang dibentuk oleh tulang paha dan tulang kering lebih miring karena pinggul wanita yang lebih besar
  • Wanita memiliki otot yang lebih elastis akibat pengaruh hormon dan genetik sehingga kekuatannya untuk melindungi ACL lebih rendah.

Upaya pemulihan cedera ACL

Untuk mengetahui seseorang mengalami cedera ACL, dibutuhkan diagnosa medis.

Bila cedera ACL sudah terjadi, ada dua kemungkinan penanganan untuk mengembalikan fungsinya seperti semula, yakni tindakan operasi atau tanpa operasi. Perlu tidaknya operasi ditentukan pada tingkat keparahan cedera dan aktivitas fisik yang dilakukan.

Pemulihan cedera ACL bergantung pada aktivitas fisik, derajat cedera, dan stabilitas lutut. Pada kasus cedera ACL parsial, pasien dapat sembuh dengan periode pemulihan dan rehabilitasi selama sekitar 3 bulan. Dibutuhkan pula terapi fisik untuk mengembalikan kekuatan otot dan fungsinya melalui berbagai latihan,

Sebaliknya, cedera ACL yang mengalami robek keseluruhan tidak dapat sembuh dengan sendirinya tanpa operasi. Saat menjalani operasi, ACL yang robek diganti kembali dengan graft (jaringan) dari jaringan lain.

Proses pertumbuhan graft ini membutuhkan waktu sekitar 6 bulan. Ini berarti, pemulihan pasca operasi membutuhkan waktu yang cukup lama.

Cara lainnya sebagai upaya untuk pemulihan cedera ACL adalah Artroskopi, yakni proses diagnosa dan pengobatan masalah sendi dengan memanfaatkan kamera kecil yang dimasukkan lewat lubang bedah kecil.

Jangan abai! Perhatikan ini agar tidak cedera ACL saat berolahraga

Cedera ACL banyak menyerang atlet profesional dan pelaku olahraga lainnya. Untuk itu, jangan abai! Agar tidak cedera ACL saat berolahraga, upayakan untuk melakukan pemenasan, peregangan dengan benar, perkuat juga otot inti tubuh serta latihanlah dengan menggunakan otot yang tepat saat berolahraga.

Get well soon, Nandini!

Sumber:

https://rsud.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/cedera-acl-dengan-operasi-vs-cedera-acl-tanpa-operasi-mana-pilihan-yang-tepat-86