Ragam Kendala Penggunaan Aplikasi PeduliLindungi

Izi Health | 12 Oct 2021

Aplikasi PeduliLindungi yang telah diunduh lebih dari 10 juta kali dengan rating 3,8 dai 345 reviewer ini rupanya memberi sejumlah kendala bagi penggunanya. Apa saja?...

Seorang Warga Negara Indonesia (WNI), sebut saja namanya Bunga, baru saja kembali ke Indonesia usai menyelesaikan studynya di luar negeri. Setelah selesai melewati serangkaian kewajiban karantina dan menjalani PCR ketiga kalinya, Bunga keluar dari Hotel tempatnya menjalani karantina.

Selama di lokasi karantina, status akun PeduliLindungi Bunga telah menunjukkan warna hijau. Status ini didapat sejalan dengan penerimaan 2 dosis vaksin oleh Bunga saat di luar negeri.

Sehari setelah keluar dari lokasi vaksin, Bunga berencana ingin ke Bank untuk tujuan tertentu. Demi kelancaran urusan, Bunga kembali melakukan pemeriksaan terhadap status warna akun PeduliLindunginya, sayang, status yang semula telah berwarna hijau, saat itu kembali ke warna merah.

Baca juga: Mengenal Aplikasi PeduliLindungi dan Fungsinya

Setidaknya ada empat warna yang terdapat pada aplikasi PeduliLindungi:

1. Hitam

Hitam pada aplikasi PeduliLindung berarti pemilik akun terinfeksi virus Corona, atau orang tersebut pernah melakukan kontak erat dengan orang yang terinfeksi COVID-19. Pemilik akun berwarna hitam, tidak diizinkan beraktivitas di ruang publik.

2. Merah

Merah mengindikasikan bahwa pemilik akun belum melakukan vaksinasi baik dosis pertama maupun dosis kedua. Sama dengan status warna hitam, pemilik akun PeduliLindungi dengan warna merah, tidak diizinkan beraktivitas di luar publik.

3. Oranye atau Kuning

Warna ini berarti pemilik akun baru menerima vaksin dosis pertama. Bisa juga diartikan sebagai penyintas COVID-19 dan sudah sembuh namun belum bisa melakukan vaksin karena belum tiga bulan.

4. Hijau

Hijau merupakan indikator paling baik. Pemilik akun PeduliLindungi yang telah berstatus hijau berarti telah menerima dua dosis vaksin, tidak ada hasil positif COVID-19, dan tidak mengalami kontak dengan pasien COVID-19. Mereka yang telah mendapatkan warna hijau, diperkenankan untuk beraktivitas di ruang publik dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Bunga, yang semula telah mendapatkan status berwarna hijau dalam aplikasi PeduliLindunginya, tiba-tiba berubah berwarna merah.

Sama seperti bunga, rupanya pengguna lain juga mengalami kendala meski tak sama.

Aplikasi yang telah diunduh lebih dari 10 juta kali dengan rating 3,8 dai 345 reviewer ini menerima sejumlah kasus di kolom komentar, seperti:

  • Aplikasi sering hang
  • Aplikasi mensyaratkan GPS aktif selama 24 jam sehingga baterai ponsel jauh lebih boros
  • Database PeduliLindungi dan berbagai fiturnya tidak terintegrasi antara aplikasi web dan mobile app yang berdampak pada duplikasi akun dan kerancuan penggunaan
  • Sertifikat vaksin tidak muncul di aplikasi
  • Layanan call center yang lambat merespon keluhan
  • Banyaknya warga yang tak memiliki ponsel pintar sehingga kesulitan saat diminta untuk mengunduh aplikasi PeduliLindungi.

7.       Serta beragam polemik lain yang membuat pengguna merasa tidak nyaman saat menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Hubungi Call Center PeduliLindungi di nomor 119

Bagi kamu yang menghadapi ragam kendala di atas, kamu bisa segera menghubungi Call Center PeduliLindungi di nomor 119 untuk mendapatkan bantuan.

Jangan lupa juga selalu persiapkan hard copy sertifikat vaksin, sehingga bila sewaktu-waktu kamu menghadapi kendala seperti Bunga, kamu tetap bisa bepergian dengan menunjukkan sertifikat vaksin yang telah kamu miliki.

Bagi warga yang tak memiliki ponsel pintar, tak perlu PeduliLindungi

Pemerintah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 104 hingga tanggal 18 Oktober. Sebelumnya, Pemerintah telah mengumumkan bahwa masyarakat yang akan bepergian dengan menggunakan moda transportasi kereta dan pesawat tak lagi wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Sebagai gantinya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan bahwa pemerintah akan menjadikan fitur pada aplikasi PeduliLindungi dapat diakses melalui aplikasi lainnya. Rencana inipun telah mulai diberlakukan sejak awal Oktober lalu.

Meski demikian, Juru Bicara Satgas Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito mengatakan, selama belum ada perubahan kebijakan, masyarakat diminta untuk tetap memakai aplikasi tersebut. Pemerintah juga menetapkan bahwa setiap pelaku perjalanan dalam negeri serta semua moda transportasi menggunakan aplikasi PeduliLindungi.


BERI KOMENTAR