Hipertensi, Mengenal Gejala, Bahaya dan Upaya Pencegahannya

Izi Health | 25 Oct 2021

Kenali Hipertensi, penyakit "silent killer" yang mematikan. Temukan gejala, bahaya dan upaya pencegahannya ...

Menurut Kementerian Kesehatan, Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik di atas batas normal, yaitu lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat atau tenang.

Hipertensi merupakan penyakit yang paling banyak diidap oleh masyarakat dunia. Mengacu pada data Riskesdas tahun 2018, estimasi jumlah kasus hipertensi di Indonesia adalah sebesar 63.309.620 orang dengan angka kematian sebesar 427.218.

Sedangkan menurut World Health Organization (WHO) data tahun 2015 menunjukkan sekitar 1,13 Miliar orang di dunia menyandang Hipertensi, yang berarti 1 dari 3 orang di dunia terdiagnosa penyakit ini.

Angka penderita yang terus meningkat setiap tahun membuat WHO memperkirakan tahun 2025, akan ada 1,5 Miliar orang di dunia yang terkena Hipertensi dengan angka kematian setiap tahunnya sebesar 9,4 juta orang akibat Hipertensi dan komplikasinya.

Bahaya Hipertensi

Apa bahaya Hipertensi yang menjadikannya dijuluki penyakit silent killer?

Hipertensi yang tak terkontrol merupakan penyakit yang membukakan jalan bagi masuknya komplikasi seperti penyakit jantung koroner, stroke, gagal jantung, gagal ginjal, penyakit vaskular perifer dan kerusakan pembuluh darah retina yang mengakibatkan gangguan penglihatan.

Yang paling buruk, Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama terjadinya kematian akibat penyakit tidak menular di dunia.

Meski begitu berbahaya, sayangnya, masyarakat masih memilih untuk abai dan tidak begitu peduli. Dilansir dari DetikHealth, Petugas teknis Penyakit Tidak Menular WHO, dr Sharad Adhikary mengatakan ada dua alasan yang mungkin menyebabkan mengapa seseorang tidak serius menanggapi Hipertensi.

  1. Pemahaman tentang obat bisa mengatasi semua masalah, dan
  2. Terlalu sering didengar tanpa benar-benar mengetahui makna sesungguhnya.

Penyebab Hipertensi

Lalu, apa yang menyebabkan seseorang menderita Hipertensi?

Faktor risiko yang melatarbelakangi berbagai penyakit tidak menular termasuk Hipertensi diyakini berkaitan erat dengan lifestyle atau gaya hidup.

Secara garis besar, beberapa penyebab Hipertensi adalah:

  • Merokok
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Kurang bergerak
  • Konsumsi garam berlebihan
  • Stess
  • Pertambahan usia
  • Riwayat keluarga
  • Penyakit ginjal kronis
  • Gangguan kelenjar tiroid dan
  • Sleep apnea atau gangguan tidur

Penyebab ini kemudian dikelompokkan menjadi dua bagian, yakni faktor risiko yang bisa dikendalikan dan yang tidak bisa dikendalikan.

Faktor risiko yang tidak bisa dikendalikan adalah usia dan faktor keturunan. Selebihnya adalah faktor yang sebetulnya sangat bisa dikendalikan dan berkaitan dengan gaya hidup, mulai dari berat badan hingga kebiasaan merokok.

Kenali gejala Hipertensi

Untuk bisa mendapatkan penanganan yang tepat, pastikan kamu mengenali gejala-gejala Hipertensi seperti di bawah ini:

  • Pusing
  • Sakit kepala parah
  • Mual
  • Penglihatan buram
  • Kebingungan
  • Kelelahan
  • Detak jantung tak beraturan
  • Telinga berdenging.

Upaya pencegahan dan kontrol penyakit Hipertensi

Meski berbahaya, Hipertensi tetap bisa dicegah dan dikontrol. Untuk IziMate yang masih muda dan tidak ada riwayat Hipertensi dari keluarga, kamu bisa mulai melakukan upaya pencegahan Hipertensi sedari dini dengan mengubah gaya hidup. Kamu bisa meniru cara-cara di bawah ini:

  • Pertahankan berat badan ideal
  • Rajin bergerak dan berolahraga
  • Tidak merokok
  • Memberikan batasan konsumsi garam maksimal 1 sendok teh atau 5g per hari
  • Mengurangi  gula dan karbohidrat olahan
  • Mengurangi stress berlebih
  • Mengendalikan penyakit jantung, diabetes dan sleep apnea
  • Tentu diikuti juga dengan keinginan untuk rajin melakukan pengecekan tensi darah
  • Dan menghindari faktor penyebabnya

Seperti sebuah kata bijak mengatakan

“Jika pada usia 50 tahun Anda bukan perokok, berat badan normal, cukup aktif, hanya mengonsumsi alkohol sedikit dan makan makanan berkualitas. Anda dapat menambahkan 12 hingga 14 tahun dalam hidup Anda” – Dr Paddy Barrett, Seorang Kardiologi di Blackrock Clinic

 

Sumber-sumber:

https://www.kemkes.go.id/article/view/19051700002/hipertensi-penyakit-paling-banyak-diidap-masyarakat.html

https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-3211768/hipertensi-dianggap-normal-masyarakat-cenderung-menyepelekan

https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20130410/528311/semua-orang-berisiko-terkena-hipertensi/#:~:text=Hipertensi%20merupakan%20faktor%20risiko%20utama,penyakit%20tidak%20menular%20di%20dunia.

https://health.kompas.com/read/2020/06/25/100500168/penyebab-hipertensi-dan-faktor-risikonya?page=all

 


BERI KOMENTAR