Selebgram dan Potensi Bahaya yang Ditimbulkan Usai Kabur dari Karantina

Izi Health | 27 Oct 2021

Apa saja potensi bahaya yang bisa timbul bila seorang public figure tidak menaati aturan karantina yang diberlakukan pemerintah?

 Belakangan, nama salah seorang selebgram kondang Indonesia berinisial RV, sedang ramai dibicarakan publik. Hal ini tatkala ibu dua orang anak tersebut disebut-sebut kabur dari wisma atlet Pademangan usai tiga hari menjalani karantina yang semestinya dilakukan 8 hari lamanya.

Kaburnya RV ternyata berbuntut panjang ke berbagai pihak yang terlibat. Pemeriksaan yang berjalan menyebutkan bahwa oknum TNI yang belakangan diketahui berinisial FS dan IG terancam pidana hingga dipecat. FS membantu proses karantina RV setibanya di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, sedangkan IG membantu kaburnya RV dari Wisma Atlet Pademangan, Jakarta Utara.

Dalam pengakuannya, RV melakukan tindakan tersebut akibat rindu anak. Padahal, karantina adalah sebuah kewajiban bagi mereka yang baru saja kembali ke tanah air usai melakukan perjalanan dari luar negeri demi meminimalisir penyebaran virus, termasuk pada anak.

Akibatnya, tindakan RV berujung panjang dan harus dijalaninya hingga sekarang. Lewat perbincangan santainya dengan salah satu YouTuber kondang, RV mengaku bahwa dirinya tidak melakukan karantina sama sekali di Wisma Atlet. Yang tentu, langkah ini justeru lebih membahayakan orang-orang terdekatnya.

Karantina adalah hal yang wajib dilakukan oleh siapapun yang baru saja kembali ke tanah air. Dan bila tidak dilakukan, ada konsekuensi yang harus diterima. Berdasarkan kasus tersebut, ada beberapa potensi bahaya yang ditimbulkan usai kabur dari karantina

1. Penyebaran virus Covid-19

Bila semula lama karantina Warga Negara Indonesia adalah 8 hari, kini hanya 5 hari. Aturan ini berlaku mulai Kamis 14 Oktober 2021 dan tertuang lewat Surat Edaran No 20 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi Covid-19. Tujuannya adalah untuk melakukan pemantauan, pengendalian, dan evaluasi dalam rangka mencegah terjadinya peningkatan penularan Covid-19.

Kaburnya selebgram dari pelaksanaan karantina berpotensi menyebarkan virus Covid-19 pada orang-orang di sekelilingnya.

2. Berpotensi ditiru followers

Sebagai seorang public figure, ulah selebgram yang memiliki jutaan followers ini berpotensi ditiru oleh followersnya. Bahayanya kembali lagi pada penyebaran virus Covid-19 yang hingga kini masih terus ditekan oleh Pemerintah dan para stakeholder lainnya.

3. Menghadirkan kecemburuan bagi pihak lain

Kealfaan karantina oleh RV juga menimbulkan kecemburuan pada pihak-pihak lain yang melakukan perjalanan tapi tetap melaksanakan prokes sebagaimana anjuran pemerintah. Hal ini juga berpotensi mengundang pelanggaran ketentuan karantina yang telah ditetapkan Pemerintah bila tidak ada hukuman setimpal yang diberlakukan pada RV.


BERI KOMENTAR