Tips Aman Saat Berkendara

Izi Health | 09 Nov 2021

Meski Korlantas Polri telah menyiapkan empat langkah dalam upaya mengurangi jumlah kecelakaan, namun dibutuhkan juga kerjasama dan kepatuhan pengguna jalan raya agar korban lakalantas bisa semakin diminimalisir. Bagi kamu pengguna jalan raya dengan kendaraan, berikut tips aman berkendara yang bisa kamu terapkan

Jumlah kasus laka lantas di Indonesia tahun 2020

Beberapa hari belakangan, Indonesia dikejutkan dengan berita duka yang datang dari kalangan public figure.

Vanesha Angel, Febri Ardiansyah yang kerap disapa dengan sebutan Bibi serta anak dan dua orang asisten mengalami kecelakaan di jalan tol yang kemudian berujung menjadi kecelakaan maut yang membuat  Vanesha dan sang suami meninggal di lokasi kecelakaan.

Menurut data Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Korlantas Polri) ada 100.288 kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) pada tahun 2020 di Indonesia. Jumlah ini turun 14% dari catatan tahun sebelumnya yang mencapai 116.411 kasus.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 113.518 korban luka ringan, sebanyak 10.751 korban dengan luka berat serta tercatat sebanyak 23.529 kasus meninggal dunia akibat lakalantas. Dengan begitu, rata-rata korban meninggal dunia akibat laka lantas sebanyak 1.960 jiwa per bulan. Sementara rata-rata korban meninggal dunia sebanyak 65 jiwa per hari atau 2-3 jiwa per jam.

Tips aman saat berkendara

Meski Korlantas Polri telah menyiapkan empat langkah dalam upaya mengurangi jumlah kecelakaan, namun dibutuhkan juga kerjasama dan kepatuhan pengguna jalan raya agar korban lakalantas bisa semakin diminimalisir.

Berikut adalah beberapa tips aman saat berkendara yang bisa kamu terapkan:

1. Cek kondisi kendaaan

Melakukan pengecekan terhadap kondisi kendaraan sangat penting dilakukan sebelum melakukan perjalanan terutama perjalanan jauh. Mulai dari ketersediaan bahan bakar, air radiator, rem dan ban, bagian lampu dan sinyal, wiper bagi mobil serta kelengkapan mobil.

2. Pastikan kondisi tubuh berada dalam kondisi prima

Dari sekian banyak alasan terjadinya kecelakaan, salah satu penyebabnya adalah microsleep.

Microsleep adalah kondisi yang terjadi saat seseorang merasa kelelahan, letih atau mengantuk dan menyebabkan tertidur sejenak.

Meski hanya terjadi selama beberapa detik dilansir dari Very Well Health, tidur yang tak terkontrol ini bisa menimbulkan bahaya bagi pengendara selama periode tidur singkat tersebut. Kondisi ini membuat kendaraan melaju tak terarah dan rawan menimbulkan kecelakaan.

Untuk itu, selalu pastikan kondisi tubuh berada dalam kondisi prima terutama bila ingin menghadapi perjalanan jauh. Bila memungkinkan, ajaklah teman sebagai partner untuk berganti peran sebagai pengemudi saat yang lainnya sedang mengantuk.

Mempunyai teman saat berkendara juga akan membantumu terjaga selama mengemudi karena memiliki partner untuk berkomunikasi dan saling meningatkan saat di perjalanan.

3. Mematuhi peraturan dan rambu lalu lintas

Taati aturan lalu lintas. Aturan lalu lintas sebetulnya tersedia di berbagai tempat yang kita lewati. Berbagai rambu juga tertera di lokasi-lokasi tertentu yang membutuhkan perhatian khusus, namun ternya satu dari sekian penyebab laka lantas adalah pelanggaran rambu lalu lintas.

Rambu lalu lintas yang dimaksud meliputi lampu lalu lintas, dilarang berhenti, wajib mengitari bundaran, perhatikan persimpangan, wajib belok kanan, lalu lintas dua arah, dilarang masuk, termasuk juga mengetahui hak pejalan kaki serta tidak main hp saat berkendara.

Khusus untuk pengendara motor, penting untuk tidak menggunakan trotoar, pastikan juga selalu menggunakan helm meski jarak tempuh perjalan terbilang dekat, jangan lupa juga selalu memberi lampu isyarat setiap kali akan berbelok.

4. Menjaga jarak aman dari pengendara lain

Dalam berkendara, ada yang disebut jarak aman yakni rentang paling aman yang bisa memberi pengguna jalan kesempatan untuk mengantisipasi keberadaan kendaraan lain sehingga terhindar dari benturan mendadak.

Menurut teori defensive driving, jarak aman mobil pengemudi dengan mobil yang berada di depannya adalah 3 detik. Pembagian 3 detik tersebut adalah untuk pengereman mendadak yangmembutuhkan waktu 0,5 hingga 1 detik.

5. Buat kondisi kendaraan senyaman mungkin

Bagi pengguna kendaraan beroda empat, kamu bisa membuat kendaraanmu senyaman mungkin. Bisa dengan playlist musik yang menenangkan dan menyenangkan untuk didengarkan dan disenandungkan selama perjalanan. Namun, upayakan juga untuk membuat suara musik terdengar cukup tanpa mengganggu konsentrasi menyetirmu.

Bisa juga dengan membuat mobil lebih bersih, dan wangi sesuai aroma yang kamu sukai.

Dengan menerapkan tips-tips di atas, kamu telah berkontribusi untuk meminimalisir laka lantas. 


BERI KOMENTAR