Ketahui Bahaya Selingkuh Bagi Diri Sendiri dan Keluarga Lewat Serial Layangan Putus

Izi Health | 10 Jan 2022

Meski menyakitkan dan menguras emosi, serial Layangan Putus memberikan sebuah pelajaran berharga bahwa ketika seseorang memutuskan untuk tidak setia, ada dampak yang sangat luas yang akan terjadi baik pada diri sendiri maupun keluarga. Apa itu? Baca selengkapnya di sini...

SPOILER ALERT!!!

Serial Layangan Putus terus menyajikan tayangan yang menguras emosi. Satu per satu drama perselingkuhan yang dipertontonkan Aris, suami Kinan dan Lydia, mulai terkuak. Dalam episode terbaru, lewat triknya, Kinan bahkan berhasil menyusun rencana agar ketiganya dapat bertemu di meja yang sama tanpa sepengetahuan sang suami dan selingkuhannya.

Sekilas tentang Layangan Putus

Layangan Putus adalah serial yang ditayangkan di WeTV, sebuah kisah yang diangkat dari kehidupan nyata sang penulis. Diberi judul Layangan Putus karena istilah ini sendiri telah merangkum kehidupan sang penulis setelah sang suami memutuskan untuk selingkuh sejak awal kehamilan anak kedua mereka. Terbang, tanpa arah.

Adapun pemeran serial Layangan Putus adalah:

  1. Reza Rahadia sebagai Aris
  2. Putri Marino memerankan tokoh Kinan
  3. Anya Geraladine sebagai Lydia Danira
  4. Frederika Cull sebagai Miranda
  5. Graciella Abigail sebagai Raya putri Aris dan Kinan
  6. Stevana Dinda Rizky sebagai Eros, suami Miranda
  7. Reyhan Vandennoort sebagai Brando, putra Miranda dan Eros
  8. Serta sederet pemeran lain yang memiliki andil yang kuat dalam berjalannya kisah

Bahaya selingkuh bagi diri sendiri

Dalam serial ini, tak hanya Aris yang menjalankan peran sebagai tokoh yang tak setia. Miranda yang juga rekan bisnisnya juga melakukan hal yang sama akibat sesuatu hal.

Dampak selingkuh yang dilakukan oleh Aris dan Miranda dalam serial ini setidaknya bagi diri mereka sendiri adalah:

Baca juga: Hal-hal Penyebab Selingkuh

1. Munculnya kebohongan-kebohongan lain untuk menutupi kebohongan pertama yang dimulai seperti yang dilakukan oleh Aris

Lewat serial ini, Miranda juga telah memberikan pelajaran yang mendalam arti sebuah kehilangan tak lama setelah perselingkuhannya diketahui oleh sang suami. Miranda tak hanya kehilangan keluarganya, dia bahkan kehilangan Putra semata wayangnya yang dibela sebegitu kuat saat sang selingkuhan mulai mengaitkan nama putranya dalam hubungan mereka. Aris juga merasakan hal yang sama, dalam salah satu trailer episode berikutnya, Raya, sang Putri menyebutkan bila ayahnya menyakiti ibunya, itu sama saja dengan menyakiti putrinya. Jangan lupa, Aris pun harus kehilangan Reno, buah hati mereka yang baru saja lahir.

2. Pindah keluar kota untuk memulai kembali hidup yang baru

3. Menjual bisnis yang telah digelutinya

4. Melukai hati anak dengan cara yang paling menyakitkan, menghilangkan kasih sayang, waktu yang berharga dan cinta orang tua.

5. Kehilangan jati diri karena membiasakan diri dengan sifat manipulatif untuk menutupi setiap kesalahan yang dilakukannya.

Bahaya selingkuh bagi keluarga

Selingkuh rupanya tak hanya menghancurkan diri sendiri, dampak selingkuh juga akan sangat terasa pada keluarga. Adapun bahaya selingkuh bagi keluarga adalah:

1. Orang tua yang cekcok setiap saat akibat lainnya adalah anak yang kebingungan, dan terus menangis. Brandon, putra Eros dan Miranda beberapa kali mengalami tantrum di sekolah, dia menangis, marah dan hampir saja mencelakakan Raya. Usut punya usut, saat dibawa konsultasi ke Psikolog yang juga diperankan oleh Anya, rupanya urusan rumah tangga dan kondisi orang tua yang kurang harmonis masuk dalam cerita yang disampaikan Brandon pada Psikolognya.

2. Kehilangan keluarga. Dengan alasan kekecewaannya pada sang suami, Miranda melepas ikatan pernikahannya. Di waktu yang bersamaan, Miranda juga kehilangan anak dan keluarga yang telah dibangunnya ketika putranya memutuskan memilih Eros dibanding dirinya.

3. Menggeser sifat ceria dan berpotensi menimbulkan dendam atau amarah dalam hati anak.

Sebuah penelitian dari Texas Tech University of Nevada menyebutkan bahwa sifat selingkuh dapat menurun dalam silsilah keluarga. Betul, memang kasus ini tidak ada dalam kisah Layangan Putus, namun tetap harus jadi catatan penting, bahwa apa yang dilakukan oleh orangtua, berpotensi ditiru bahkan menurun pada anak. Dan hal yang sama akan terus berlangsung ke generasi-generasi berikutnya. Ini juga berarti, setiap generasi akan merasakan pengulangan rasa sakit yang sama.

Belum lagi, sebuah keluarga yang berpisah umumnya menjadi bahan omongan orang lain. Lagi-lagi, yang akan kena imbas tentu tak hanya orangtua dari pasangan yang berpisah, namun juga anak-anak.


BERI KOMENTAR