Persiapan Memasuki Dunia Pernikahan

Izi Health | 17 Jan 2022

Sebelum mantab ingin melamar putri seseorang atau memutuskan menerima lamaran seorang pria, persiapkan diri memasuki dunia pernikahan dengan cara berikut ini...

Pernikahan menjadi langkah awal memasuki dunia baru. Tahapan ini tentu menjadi hari yang dinanti-nanti oleh mereka yang telah cukup umur.

Kebanyakan, calon pengantin akan mempersiapkan segala keperluan terkait pernikahan, mulai pakaian, makanan, bridesmaid, groomsmen, cincin pernikahan, gedung, souvenir sampai kepentingan-kepentingan lainnya seputar pernikahan.

Betul, sederet hal di atas memang penting untuk kelancaran berjalannya acara pernikahan. Namun, disadari atau tidak, ada hal penting lain yang sangat perlu dipersiapkan sebelum benar-benar berniat untuk melamar putri seseorang atau menerima pinangan seorang pria yang dikasihi:

Baca juga: Ketahui Bahaya Selingkuh Bagi Diri Sendiri dan Keluarga Lewat Serial Layangan Putus

1. Pemeriksaan kesehatan fisik

Pemeriksaan sebelum menjalani pernikahan ini disebut juga premarital check up yakni serangkaian pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui kondisi calon pasangan baru yang dilakukan 3-6 bulan sebelum pernikahan dilangsungkan.

Tujuannya untuk mengetahui kondisi kesehatan diri sendiri dan pasangannya, riwayat masalah kesehatan yang pernah dialami, risiko gangguan tertentu yang dimiliki oleh masing-masing, kelainan genetik, penyakit keturunan hingga infeksi menular tertentu yang mungkin diidap oleh calon pengantin.

Ke belakang, pemeriksaan ini akan berfungsi untuk melihat pengaruhnya ke kesehatan di masa mendatang, kesuburan, kemampuan hamil hingga garis keturunan selanjutnya.

Baca juga: Hal-hal Penyebab Selingkuh

Dengan begitu, calon pengantin dapat berdiskusi dengan dokter untuk mendapatkan langkah pencegahan, penanganan medis hingga penyesuaian gaya hidup sebelum memiliki anak.

Adapun tes kesehatan yang dilakukan adalah:

  • Pemeriksaan fisik dasar
  • Penyakit keturunan dan kelainan genetik
  • Pemeriksaan penyakit infeksi dan menular
  • Pemeriksaan organ reproduksi
  • Pemeriksaan alergi

2. Mempersiapkan mental sebelum menikah dengan konseling pranikah

Jika telah menjalani premarital check up, ada hal lan yang tak kalah penting untuk dilakukan, yakni kesiapan mental.

Penting untuk diketahui, bahwa pernikahan tak berjalan hanya satu dua hari saja, tapi selamanya. Seumur hidup. Kamu akan berhadapan dengan orang yang sama, berdiskusi, bahagia, mengahadapi suka dan duka bersama.

Kamu juga harus beradaptasi dengan keluarga pasangan, orang-orang di sekelilingnya, hingga kebiasaan buruk yang mungkin selama berpacaran tidak pernah ditunjukkan. Tentu di dalamnya akan banyak kebahagiaan, tapi kebahagiaan tersebut juga akan sejalan dengan hadirnya konflik dalam rumah tangga.

American Association for Marriage and Family Therapy menyebutkan bahwa cara terbaik untuk mempersiapkan mental sebelum pernikahan adalah dengan mengikuti konseling pranikah.

Baca juga: Tips Menghindari Perselingkuhan Dalam Rumah Tangga

Dalam kegiatan ini, kamu dan pasangan akan mendapatkan edukasi bagaimana berkomunikasi dalam rumah tangga, bagaimana mengatur konflik hingga mencari solusi dalam keadaan yang tidak sesuai harapan.

Dalam konseling ini, kamu akan dihadapkan pada edukasi seputar:

  • Finansial.

Menurut Ila Abdulrahman, seorang Financial planner, cash flow keuangan yang sehat bisa diatur dengan mengikuti persentase 10% sosial, 30% hutang produktif, 15% investasi, 40% living cost, dan 5% asuransi. Ini penting untuk dibicarakan termasuk keberlanjutan karir bagi seorang wanita.

  • Mengubah pola pikir

Pernikahan adalah komitmen bersama selamanya, untuk itu, ketika mantab memutuskan untuk menikah, pelan-pelan kamu juga harus mengubah pola pikirmu. Dari yang semula selalu tentang “aku”, pernikahan akan menuntutmu mengambil keputusan untuk “kita”.

  • Bagaimana cara menghadap konflik

Apakah dengan mengalah dan menurunkan ego, atau balik menyerang lalu menyalahkan pasangan?

Dengan komunikasi dan mengenal pasangan dengan baik, kamu bisa menentukan langkah yang tepat untuk menghadapi konflik yang sedang dihadapi.

  • Mengelola harapan

Meski telah berpacaran selama bertahun-tahun, belum menjadi jaminan kamu telah mengenal pasanganmu dengan baik.

Beberapa kebiasaan buruk mungkin disembunyikan rapat-rapat agar kamu tidak kehilangan perasaan kepadanya. Kebiasaan ini mungkin akan kamu hadapi setelah menikah.

Agar tidak menghadapi kekecewaan yang berlarut, kamu harus bisa meyakinkan diri sendiri dan siap menerima sisi baik dan buruk calon pasangan setelah memutuskan menerima pinangan.

  • Melakukan kegiatan yang disukai

Lakukan hal yang menyenangkan, lakukan hal-hal yang kamu suka, habiskan waktu bersama teman, sahabat dan orang tua dan orang-orang terdekat.

Menikah memang hanya sehari, namun persiapan sehari itu sendiri saja sudah memerlukan waktu yang sangat panjang dan bikin stress. Lakukan kegiatan yang kamu sukai, apapun itu agar pikiran lebih tenang, dan kamu bisa lebih bersemangat saat memasuki kehidupan barumu.


BERI KOMENTAR