Ilustrasi terlalu banyak tidur | Sumber foto: amerka83 via Freepik

Mengenal Narkolepsi dan Dampaknya Dalam Kehidupan Sehari-hari

Izi Health | 04 May 2022

Narkolepsi sebetulnya tidak membawa akibat yang sangat membahayakan bagi tubuh, namun penting untuk mendapatkan pengobatan karena menimbulkan sejumlah dampak dalam kehidupan sehari-hari

Tidur merupakan suatu kondisi saat kesadaran seseorang akan sesuatu menurun namun aktivitas otak tetap bekerja untuk menjalankan fungsinya seperti fungsi pencernaan, aktivitas jantung, pembuluh darah dan fungsi kekebalan untuk memberi energi pada tubuh.

Setiap orang membutuhkan tidur untuk berbagai manfaat seperti:

  • Meningkatkan produktivitas
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
  • Memperbaiki mood
  • Meningkatkan kesehatan mental
  • Serta bermanfaat pula untuk menjaga daya ingat 

Bagi orang dewasa, waktu tidur yang normal adalah  7-9 jam setiap harinya. Sayangnya, tak semua orang memiliki kemampuan untuk menikmati waktu istirahat sesuai anjuran di atas. 

Ada yang terkendala dengan insomnia, yakni permasalahan yang membuat seseorang kesulitan untuk tidur dan sulit untuk tidur nyenyak secara berkelanjutan yang disebabkan oleh kurangnya kenyamanan dalam ruang istirahat, gangguan psikologi, masalah kesehatan fisik atau efek samping obat-obatan hingga adaptasi atas lingkungan tinggal yang baru. 

Penderita insomnia akut biasanya berlangung sebentar, hanya sekitar satu malam hingga beberapa minggu. Insomnia akut inipun tergolong mudah disembuhkan. Namun ada pula insomnia kronis yang membuat penderita harus merasakan kesulitan tidur hingga waktu yang lebih lama dan dirasakan hampir setiap malam. Insomnia jenis ini pada umumnya akan jauh lebih sulit untuk disembuhkan.

Namun selain insomnia, ada pula narkolepsi, gangguan tidur kronis pada seseorang. 

Mengenal narkolepsi

Narkolepsi adalah gangguan tidur kronis pada seseorang yang membuat penderita terkena serangan tidur secara tiba-tiba dan merasa sulit tetap terjaga dalam waktu yang cukup lama.

Ada beberapa gejala narkolepsi, seperti rasa kantuk yang sangat dan sulit dilawan bahkan di siang hari, serangan tidur tiba-tiba, halusinasi, lemas sepanjang hari, sleep paralysis, dan katapleksi.

Dampak narkolepsi

Kuatnya gejala yang tampak dari penderita Narkolepsi sebetulnya tidak memberikan akibat yang sangat membahayakan, namun patut jadi bahan pertimbangan untuk mendapatkan pengobatan karena menimbulkan sejumlah dampak dalam kehidupan sehari-hari, seperti: 

Dianggap pemalas

Gejala narkolepsi mulai muncul di usia remaja. Mereka yang terkena penyakit ini akan kerap menghadapi salah paham yang datang dari berbagai sudut dengan membawa nilai bahwa penderita adalah sosok yang pemalas. Anggapan ini bisa saja muncul baik di sekolah maupun di area kerja yang pada akhirnya berdampak negatif terhadap performa dan nama baik penderita.

Kurangnya produktivitas

Masih berkaitan dengan poin di atas, penyandang narkolepsi tak hanya dicap pemalas,  menghabiskan waktu lebih banyak dengan tidur pada akhirnya akan mengurangi produktivitas mereka.  

Rendahnya sosialisasi 

Dilansir dari Detikhealth, penyandang juga akan kesulitan sosialisasi dengan sekitar. Emosi yang berlebihan dapat memicu gejala narkolepsi yang lain, yakni katapleksi atau pelemahan otot. Akibatnya, penderita bisa saja menarik diri dari lingkungan sosial dan berujung pada gangguan psikososial. 

Bahaya bagi diri sendiri

Kesulitan menghadapi rasa kantuk juga sangat berbahaya bagi penyandang terutama bila sedang melakukan aktivitas berat yang melibatkan fisik. 

Sebut saja ketika penderita narkolepsi sedang menyetir kendaraan lalu membahayakan ketika rasa kantuk menyerang. 

Tingginya potensi obesitas

Untuk menahan rasa kantuk yang begitu kuat, tak jarang penderita harus mengonsumsi serangkaian obat-obatan yang membawa efek samping penambahan berat badan. Belum lagi gaya hidup dan kurangnya kontrol makanan saat kurang tidur berpotensi besar atas hadirnya obesitas dalam diri seorang penyandang narkolepsi.

Hingga saat ini, narkolepsi disebut belum dapat disembuhkan. Saat penderita melakukan pengobatan, tujuannya tak lain untuk mengendalikan gejala dan meningkatkan fungsi tubuh agar terus terjaga saat siang hari. 


BERI KOMENTAR