Ilustrasi ibu yang mengalami baby blues | Sumber foto: tolikoffphotography via Freepik

Mengenal Baby Blues, Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Izi Health | 24 May 2022

Kenali baby blues, gejala, penyebab dan cara mengatasinya...

Persiapan sebelum memasuki pernikahan

Memiliki anak merupakan impian kebanyakan pasangan suami istri di dunia. Kehadiran anak dianggap membawa kebahagiaan dan menyempurnakan sebuah keluarga yang baru dibangun. Bayang-bayang kebahagiaan ini sayangnya kerap tidak disertai dengan persiapan jauh ke depan termasuk persiapan usai melahirkan. 

Dilansir dari mediaindonesia.com, aktivis perempuan dan pengamat isu kesehatan reproduksi, Kalis Mardiasih dalam perayaan hari kontrasepsi sedunia menyebutkan bahwa persiapan pernikahan sebaiknya tak hanya sebatas rencana memilih wedding organizer, calon pasangan suami istri juga baiknya membahas tentang masalah reproduksi karena topik ini bersangkutan pula dengan tubuh lain yang akan hidup berdua seumur hidup. 

Topik ini penting dibicarakan agar terhindar dari perasaan rugi yang timbul dari salah satu pihak karena harus melahirkan, menyusui, hingga mengurus anak. 

Bila kedua belah pihak sepakat memiliki anak, dapat pula dilanjutkan dengan edukasi dan kesepakatan lain terkait kerjasama serta pembagian tugas dalam mengurus anak sejak bayi hingga dewasa kelak.

Mengenal baby blues

Baby blues merupakan gangguan suasana hati yang menyebabkan timbulnya perasaan mudah sedih, mudah marah, menjadi lebih pelupa, merasa gelisah hingga sulit berkonsentrasi yang dialami oleh 70-80% ibu baru melahirkan. 

Syndrome ini umumnya berlangsung 4-5 hari usai melahirkan kemudian hilang dengan sendirinya, namun ada pula yang lebih lama hingga mencapai 2 minggu. 

Bila kondisi baby blues pada seorang ibu tak kunjung hilang dan jadi lebih parah, sebaiknya memang harus segera dikonsultasikan dengan profesional sebelum masuk ke tahap despresi pasca melahirkan atau postpartum depression. 

Gejala baby blues

Dikutip dari American Pregnancy Association, ada beberapa gejala baby blues:

  • Menangis atau menangis tanpa alasan yang jelas
  • Tidak sabaran
  • Lebih cepat marah
  • Gelisah
  • Cemas
  • Kelelahan
  • Insomnia (bahkan ketika bayi sedang tidur)
  • Kesedihan
  • Perubahan suasana hati dan
  • Sulit berkonsentrasi

Penyebab baby blues

Hingga kini, belum diketahui pasti apa penyebab baby blues, namun pakar menyebutkan bahwa syndrome ini terjadi akibat perubahan hormon yang terjadi selama kehamilan hingga melahirkan. Perubahan hormonal ini dapat menghasilkan perubahan kimia di otak yang mengakibatkan depresi.

Belum lagi adaptasi dengan kondisi baru setelah kehadiran bayi mulai dari "gangguan" tidur yang rutin, hingga emosi dari pengalaman melahirkan itu sendiri. 

Cara mengatasi baby blues

Syndrome baby blues harus segera hilang karena bayi bisa merasakan kesedihan dan kecemasan yang dirasakan oleh ibunya lewat ikatan emosional yang terjadi antara bayi dan sang ibu. Disamping itu, syndrome ini menyebabkan produksi ASI ibu jadi terhambat karena stress yang dialami. 

Usai mengenal baby blues, gejala hingga penyebabnya, kita bisa tiba dalam kesimpulan bahwa membicarakan rencana memiliki anak juga sebetulnya dapat membuat ibu bisa melalui syndrome baby blues dengan lebih mudah karena sang ibu mengetahui dengan baik, bahwa dirinya memiliki suami sebagai partner dalam menghadapi kehadiran bayinya. 

Pun, suami sudah siap siaga serta mengetahui bagian-bagian pekerjaan sebagai suami dan orangtua baru yang harus dilakukan, termasuk memiliki kesabaran penuh untuk memahami naik turunnya emosi istri.

Namun, tak hanya itu, ada sederet cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi syndrome baby blues:

  • Berdiskusi dengan pasangan dan sama-sama mempersiapkan diri menjadi orangtua
  • Memiliki support system yang kuat dari suami hingga keluarga
  • Mengonsumsi makanan bergizi tinggi
  • Menikmati quality time  dengan pasangan seperti jalan pagi atau sore di sekeliling komplek atau meluangkan waktu dengan saling pijat.
  • Terima bantuan dari sekeliling dengan senyuman. Bukan berarti kamu tidak bisa melakukan hal tersebut, tapi tubuhmu butuh istirahat yang cukup dan bantuan dari sekitar akan sangat meringankan sedikit bebanmu
  • Santai menghadapi rumah yang berantakan dan menyelesaikannya pelan-pelan bersama pasangan
  • Bicarakan dengan profesional. Sebagian ibu kesulitan menghadapi syndrome baby blues seorang diri bahkan meski didampingi pasangan. Kamu bisa melewati tantangan ini dengan meminta bantuan profesional agar syndrom lebih cepat hilang. 

BERI KOMENTAR